Tanggapan FIA atas kasus rasisme pertama di F-1 yang menimpa Lewis Hamilton langsung mendapat respons positif dari komunitas antirasis. Pujian pun dialamatkan kepada induk organisasi kendaraan bermotor dunia tersebut sebagai salah satu contoh organisasi yang mampu bertindak tegas terhadap kasus seperti itu. Kelompok antirasis yang dikenal luas di lingkungan sepakbola, 'Kick it Out, Let's Kick Racism Out of Football', mendukung penuh tindakan FIA terhadap kasus rasisme.Perlu diketahui, FIA mengancam otoritas motorsport Spanyol, RFEA, dengan tindakan tegas membatalkan dua seri GP F-1 di negara tersebut, GP Spanyol dan GP Valencia, jika kasus rasisme terjadi lagi di negara tersebut. “Pernyataan FIA menunjukkan tindakan yang memang dibutuhkan. Kami butuh organisasi yang bisa bersuara keras terhadap kasus seperti ini,” ujar direktur kampanye kelompok tersebut, Piara Power, kepada majalah Autosport. Menurut Power, kesuksesan yang dicapai kelompoknya dalam upaya memberantas perlakuan rasis di lingkungan sepakbola lebih karena para penggemar mengawasi sendiri perilaku mereka dan terhadap penggemar lain. Namun, pernyataan keras FIA dianggapnya bisa membantu upaya menumpas rasisme di F-1. “Kami datang dari lingkungan sepakbola, di mana pemain kulit hitam dilecehkan karena latar belakangnya. Kami melihat fan kini justru mengawasi fan lain. Itulah cara paling efektif untuk mendidik penggemar,” katanya. Power menilai peristiwa yang terjadi di Barcelona adalah perilaku yang ditularkan dari sepakbola. Di beberapa wilayah selatan Eropa, rasisme dianggap hal biasa, seperti yang kerap terjadi di sepakbola Spanyol.

No comments:
Post a Comment